fix bar
fix bar
fix bar
fix bar
fix bar
fix bar
image

Mengupas Sosok Banyak Wide, Dan Seputar Hari Jadi Sumenep (2)

  • 2020-11-20
  • infokom
  • 854 Kali

Media Center, Jumat ( 20/11 ) Dari segi nama, Banyak Wide sudah banyak melukiskan sosok sang Aria Adhikara ini. Kendati demikian, asal-usul Banyak Wide juga tidak sepenuhnya bisa dipastikan.

Kembali pada nama depannya, Banyak atau Banak atau hamsa (angsa), bisa dikatakan merupakan simbol yang kerap digunakan dalam agama Hindu. Menurut M.M. Sukarto dalam salah satu tulisannya; “Arti Kronogram (sengkalan) Dalam Masyarakat Jawa Kuno, Lembaga Javanologi, halaman 19”, di kalangan Hindu, khususnya di Pulau Bali, angsa dikaitkan dengan kasta Brahmana.

Oleh sebab itu, hanyalah kalangan dari kasta Brahmana saja yang diperbolehkan memelihara angsa.

“Meski begitu, kita tidak bisa lantas memastikan Aria Wiraraja atau Banyak Wide ini berasal dari kasta Brahmana, dan bukannya dari kasta Ksatria,” kata R. Nurul Hidayat, salah satu pemerhati sejarah di Sumenep, Jumat (20/11/2020).

Namun jika melihat posisinya sebagai babatangan, yang maknanya juga sebagai pejabat visioner atau penasihat sekaligus ahli terka yang sangat pandai, serta juga bisa ditafsirkan sebagai pendeta yang telah sampai pada tingkat paramahamsa (angsa yang utama dalam aliran Waisnawa); Banyak Wide juga bisa disebut sebagai golongan Brahmana.

“Karena juga ada tokoh dari kalangan Ksatria yang melebur dalam golongan Brahmana. Kalau kita membaca tulisan-tulisan lampau, seperti kisah epik Mahabharata misalnya,” lanjut Nurul.

Yang jelas, Banyak Wide berasal dari kasta utama. Hal itu didasarkan pada posisinya dalam struktur kerajaan yang didirikan Ken Angrok, Singhasari. Begitu juga jabatannya sebagai Adhipati Sumenep, dengan gelar Wiraraja.

“Adhi bermakna pertama atau baik. Sedang pati maknanya raja atau pemimpin. Ditambah nama Wiraraja, yang maknanya raja yang gagah perwira,” jelas RB Muhlis, Pemerhati Sejarah Sumenep lainnya.

Singkatnya, lanjut Muhlis, dalam pribadi Banyak Wide melebur sifat-sifat ksatria dan brahmana sekaligus.

“Kecerdikannya serta kedalaman olah pikirnya sudah mencapai tingkat angsa yang utama. Yaitu simbol sosok pendeta yang telah berhasil menghayati hakikat kehidupan. Sebagai adhipati atau pemimpin, Banyak Wide mampu menusantarakan Sumenep,” tambahnya.

Mengenai nama depan Banyak atau angsa atau hamsa yang lebih merujuk pada kalangan pendeta, menurut Muhlis tidak bisa dijadikan patokan. Karena banyak bangsawan atau kalangan ksatria yang menggunakan nama Banyak (Banak).

“Seperti Banyak Ngampar, Banyak Blabur, dan lain sebagainya. Kedua nama itu merupakan adik raja Linggawastu Dewa Niskala dalam babad Pasirluhur,” jelasnya.

Kembali ke asal-usul, kedua narasumber di atas sepakat jika Banyak Wide atau Aria Wiraraja berasal dari luar Sumenep, bahkan dari luar Madura.

“Dalam kitab Pararaton, beliau dinohaken. Maknanya dijauhkan. Jadi jelas Wiraraja itu dari Jawa, bukan Madura,” kata Nurul.

Senada dengan Nurul, seandainya berasal dari Madura, menurut Muhlis bukan dipakai istilah “dinohaken”.

“Mestinya pakai istilah MM Sukarto ialah inalihaken. Yang maknanya dipindahkan,” tambah Muhlis. ( Farhan, Fer )

image

Pemdes Kaduara Timur Jadikan Pemandian Sumber Belerang Sebagai Destinasi Wisata

Kategori : Pariwisata & Budaya

Media Center, Minggu ( 07/01 ) Mempunyai destinasi wisata merupakan kebanggaan tersendiri bagi desa dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep,

image

Keanggunan Wisata Pantai Kahuripan Dilengkapi Dua Gazebo

Kategori : Pariwisata & Budaya

Media Center, Senin ( 25/01 ) Guna mendukung keanggunan wisata Pantai Kahuripan, Pemerintahan Desa (Pemdes) Gedugan, Kecamatan Giligenting terus

image

Tanpa Prasasti, Begini Potret Pusara Kiai Cirebon, Guru Sang Maestro

Kategori : Pariwisata & Budaya

Media Center, Kamis ( 17/12 ) Raden Bugan alias Pangeran Macan Ulung, alias Tumenggung Yudanegara, merupakan salah satu maestro dalam