News Room, Senin ( 31/10 ) Ada yang menarik ketika Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 742 Tahun 2011 ini, di Gedung DPRD Sumenep, Senin (31/10). Sebab, ternyata ada salah seorang anggota DPRD Sumenep, Nur Asyur, mengaku tidak mengerti makna sambutan Bupati Sumenep dan Ketua DPRD Sumenep yang menggunakan bahasa Madura. Menurut pria asal Kepulauan Sapeken ini, dirinya hampir 80 persen tidak mengerti makna dari sambutan yang menggunakan bahasa Madura halus. Sebab, dengan bahasa Madura sehari-hari yang digunakan saja banyak yang tidak mengerti, apalagi jika menggunakan bahasa Madura murni seperti itu. “Hampir delapan puluh persen saya tidak mengerti makna bahasa dalam sambutan itu, Sebab, bahasa sehari-hari di kepuluan Sapeken yakni bahasa Bajo, Bugis, Mandar dan Makassar.”Ujarnya. Dijelaskan, meskipun secara formalitas bahasa Madura masuk dalam pelajaran bahasa daerah, namun dalam kenyataannya tidak banyak yang menggunakan dalam bahasa sehari-hari. Bahkan, hanya terkesan asal ada nilainya saja. Sehingga bahasa Madura hampir sulit di pergunakan oleh masyarakat khususnya di Kepualauan sapeken. Diakui, Nur Asyur sebenarnya penggunaan bahasa Madura sangat penting untuk terus di kembangkan di kepulauan. Sehingga, masyarakat kepualuan yang selama ini menjadi warga Sumenep tidak merasa asing dengan bahasanya sendiri. Karena itu perlu kurikulum khusus dengan guru yang betul-betul mampu mengajar bahasa Madura dengan baik dan benar di sekolah-sekolah yang ada di kepualauan, tidak hanya di Sapeken, namun kemungkinan juga banyak kepualauan yang penduduknya tidak banyak mengerti bahasa Madura sendiri. “Saya sebagai contoh masyarakat kepualauan Sapeken yang akhirnya hanya manggut-manggut mendengar bahasa Madura yang diungkapkan secara benar, malah tidak mengerti.”Ujarnya. Meskipun diakui Nur Asyur, bagi warga Sapeken yang kebetulan lama berada di daratan Sumenep banyak juga yang sudah mengerti bahasa Madura, namun itu hanya terbatas pada bahasa pergaulan sehari-hari. Sedangkan untuk bahasa Madura (enggi-bunten) yang murni perlu dipelajari secara khusus. ( Ren, Esha )